Monday, September 17, 2007

Kalau bukan sekarang, kapan lagi?


Malam kedua Ramadhan 1428 H saya sempet tarawih di Mesra (Mesjid Raya) Bogor, tumben-tumbenan jalanan Jakarta hari itu lengang banget, masih keburu maghriban di Bogor malah, oh.. indahnya Jakarta kalo tiap hari bebas macet.

Anyway, singkat cerita tampillah pak ustadz di mimbar (namanya saya gak inget, diri ini memang paling susah nginget nama orang), dengan berapi-api --walau tidak mengeluarkan api-- beliau mengajak kaum muslimin untuk menjadikan bulan puasa kali ini sebagai momen untuk memperbaiki diri. Kalimat beliau yang paling saya ingat adalah, "Kalau di bulan puasa saja ketika Syeitan-Syeitan dikerangkeng kita tidak mau beribadah, bagaimana dengan bulan-bulan di luar Ramadhan? Kalau di bulan puasa saja kita tidak mampu menghindari maksiat, apalagi di bulan-bulan lainnya dimana Syeitan-Syetan tak henti-hentinya menggoda kita?" Begitu kira-kira ceramah yang beliau sampaikan.

Memang betul apa yang dibilang pak ustadz tadi, saat ini Allah mengikat syeitan-syeitan sehingga tidak dapat menggoda manusia. Berarti ini suatu kesempatan besar bagi kita, gak ada musuh yang menghalang-halangi, nggak ada Iblis yang menjerumuskan kita kepada kemaksiatan. Inilah kesempatan bagi kita untuk meningkatkan ibadah dan memperbaiki diri.

Sempat terpikir, kok bisa ya saat semua syeitan dibelenggu tapi kemaksiatan tetap saja ada? Orang-orang dengan seenaknya makan, minum, ngudud (ngerokok) di tempat umum tanpa malu-malu. Kalau jaman dulu pas siang-siang di bulan puasa orang makan atau ngopi di pinggir jalan cuma keliatan kakinya doang karena warungnya dihalangi kain bekas spanduk, sekarang sih nggak lagi, terang-terangan, kagak tahu malu, teerrlaaluu... (begitu kata bang haji Rhoma). Tempat-tempat hiburan malam tetep aja rame tuh, penuh malah. Meski perda membatasi aktifitas hiburan malam 'cuma' sampai jam 2 pagi, tapi tetep aja apa yang mereka lakukan jauh dari ajaran Islam. Dan mestinya di antara para pengunjung tempat hiburan malam ada kaum muslimin.

Lalu kok bisa hal itu terjadi sementara syeitan sang penggoda nggak bisa berkutik? Apakah syeitan tetep dapat menggoda manusia dari jarak jauh layaknya para napi yang bisa mengendalikan bisnis narkoba walau dari dalam penjara? Pernah seorang ustadz menjelaskan --lagi-lagi saya nggak inget ustadz mana, apalagi namanya, blank sama sekali nggak inget-- bahwa syeitan memang dibelenggu dan tidak bisa menggoda manusia, tapi ingat! Syeitan sudah berhasil 'mendidik' jiwa-jiwa manusia di luar bulan Ramadhan sehingga perilaku dan kecenderungannya nggak jauh dengan sifat syeitan. Jadi walaupun sang 'guru' sedang dikerangkeng, tapi murid-murid didikannya ini tetap menunjukkan perilaku 'guru'-nya tadi, ya si syeitan iblis itu. Makanya jangan heran kalau di bulan Ramadhan masih banyak orang-orang yang berbuat maksiat dan meninggalkan kewajiban ibadah, Na'udzubillah min dzalik! Hiii!!

Kembali ke ceramah tarawih ustadz tadi, mudah-mudahan kita tergolong orang yang bisa memanfaatkan momen bulan Ramadhan ini untuk merenung, memperbaiki diri dan beribadah lebih getol lagi. Ya Allah, bantulah hamba-Mu ini untuk senantiasa istiqomah di jalan-Mu. Amiin...

Saturday, September 15, 2007

Gempa Bumi Bengkulu 2007, sebuah peringatan?

Malam pertama bulan Ramadhan 1428 H kita dikejutkan oleh berita terjadinya gempa yang berpusat di sekitar perairan Bengkulu. Gempa tersebut sempat dirasakan sebagian warga Jakarta terutama yang berada di gedung-gedung bertingkat. Saya sendiri nggak merasakan goyangan gempa, berhubung sedang bergoyang-goyang ria di atas bis :p, jadi samar antara goyangan bis dan goyangan gempa. Membayangkan betapa besarnya kekuatan gempa tsb, saya langsung khawatir akan terjadinya tsunami, bayangkan, 7.9 skala Richter! kedalaman pusat gempanya cuma 10 km lagi, setidaknya dua syarat terjadinya tsunami sudah 'terpenuhi'. Tapi Alhamdulillah, bencana yang lebih parah (tsunami) akhirnya tidak terjadi, meskipun kerusakan yang terjadi tidak kalah parahnya.

Semoga ini merupakan ujian dari Allah SWT buat orang-orang yang beriman di bulan Ramadhan ini, dan kaum muslimin di sana bisa tabah menghadapi musibah ini. Insya Allah kalau mereka sabar dan bahkan bisa menjalankan ibadah puasa dengan lebih baik, Allah nggak akan menyia-nyiakan kesabaran mereka. Buat kita yang jauh dari lokasi, ini juga merupakan peringatan bahwa bencana bisa datang kapan saja, apalagi kerusakan planet kita saat ini sudah amat sangat parah, sepertinya bencana hanya tinggal menunggu waktu saja kedatangannya.

Ya Allah semoga Engkau tidak menimpakan bencana kepada kami, dan semoga kami semua sadar dan kembali ke jalan-Mu.

Oh ya, berikut ini ada artikel yang saya comot dari Wikipedia, moga bermanfaat:





Gempa Bumi Bengkulu 2007 adalah rangkaian gempa yang terjadi di Palung Jawa, di lepas pantai Bengkulu, Sumatra, Indonesia. Gempa ini menimbulkan peringatan tsunami di pantai-pantai Samudra Hindia, yang kemudian dicabut.

Gempa awal memiliki kekuatan 8.4 Mw atau 7.9 SR, terjadi pada tanggal 12 September 2007 pukul 18.10 WIB. Pusat gempa terletak kira-kira 10 km di bawah tanah, sekitar 105 km lepas pantai Sumatra, atau sekitar 600 km dari ibukota Jakarta. Gempa utama ini diikuti oleh serangkaian gempa susulan, yang berkekuatan sekitar 5 sampai 6 Mw pada patahan yang sama. Gempa utama tersebut juga disusul dengan gelombang pasang yang kemudian membanjiri sedikitnya 300 rumah penduduk dan bangunan publik di Pulau Pagai, Kepulauan Mentawai sampai setinggi 1 meter.

Gempa besar kedua terjadi dengan kekuatan 7.8 Mw, pada 13 September (WIB) di daerah Kepulauan Mentawai, 2.526°LS 100.963°BT -- 188 km dari Padang, Sumatra Barat, di kedalaman 10 km. Gelombang pasang yang terjadi di Thailand dan pengamatan ilmiah lainnya di Samudra Hindia setelah gempa kedua ini memicu peringatan tsunami kedua.

sumber: Wikipedia Indonesia dan Wikipedia Malaysia

Tuesday, June 12, 2007

Tips Bagaimana Caranya untuk Menghindari Spam


Source: http://www.telkomspeedy.com/

16 February 2007   04:20:36 ( Sys Admin TSDC )

Kegiatan spam yang semakin marak akhir-akhir ini di internet sangat mengganggu kita semua. Hal ini jelas juga mengganggu jalannya dunia bisnis dimana banyak perusahaan yang mengaku sangat dirugikan akibat dari e-mail spam ini. Spam sebenarnya bisa dicegah dengan mengubah pola berinternet kita supaya lebih aman dari gangguan spam. Bagaimana caranya? Melalui tulisan ini akan dibahas mengenai beberapa cara dalam menghindari spam. Gunakan software anti-spam Software anti-spam bisa mengurangi e-mail yang tidak Anda inginkan yang masuk ke mailbox Anda. Software ini tentunya juga membutuhkan bantuan Anda untuk bisa belajar mana e-mail yang berupa spam ataupun bukan.

Jangan pernah melakukan transaksi yang berasal dari penawaran e-mail yang tidak jelas Dengan Anda melakukan transaksi melalui e-mail yang sebenarnya adalah spam, maka Anda sudah terjebak dalam jaringan spam itu sendiri. Alamat e-mail Anda akan terekam untuk digunakan leih lanjut oleh spammer dalam pengiriman spam berikutnya. Lebih parah lagi, alamat e-mail Anda dapat dijual kepada pihak lain atau para spammer lainnya. Ini akan membuat Anda menerima lebih banyak spam dan efek lainnya adalah Anda bisa saja menjadi korban dari kegiatan fraud.

Jika tidak mengenal pengirim e-mailnya, maka hapus saja Spam sering kali dikirimkan dengan alamat pengirim (baik nama ataupun e-mail) yang tidak jelas. Lebih baik Anda langsung hapus saja e-mail yang datangnya tidak jelas ini sebelum membukanya. E-mail seperti itu bisa saja membawa virus yang dapat merusak komputer dan data Anda.

Jangan pernah merespon e-mail spam atau mengklik apapun di dalamnya Jika Anda me-reply e-mail spam -- biarpun itu Anda melakukan unsubscribe di dalamnya -- itu akan membuat e-mail Anda dicatat sebagai e-mail yang valid oleh si spammer dan akan dicatat ke dalam database-nya. E-mail Anda akan menerima lebih banyak spam dari si spammer tadi.

Jangan pilih opsi-opsi yang disediakan oleh suatu website akan suatu informasi Seringkali jika Anda sedang mengisi formulir dalam suatu website, biasanya pada bagian akhir akan diberi beberapa pilihan (berupa checkbox) apakah Anda bersedia menerima informasi leih lanjut mengenai suatu hal. Hati-hatilah menghadapi hal ini. Anda harus benar-benar yakin dalam mencentang checkbox yang ada. Jika tidak yakin, pilihlah opsi yang benar-benar Anda inginkan. Jangan semuanya. Ini akan membuat Anda menerima e-mail yang sebenarnya informasinya tidak Anda butuhkan.

Jangan gunakan "preview mode" dalam e-mail client Anda Banyak spammer saat ini yang sanggup untuk melacak apakah e-mail spam mereka sudah dibaca oleh korban, bahkan jika Anda tidak mengklik apapun di dalam e-mail spamnya. Ini biasanya terjadi pada e-mail client yang ada fasilitas preview mode-nya sehingga si spammer bisa tahu apakah Anda sedang membuka e-mail spamnya. Ketika melakukan check e-mail sebaiknya matikan fasilitas previe mode dan hanya buka bagian subject atau judul e-mailnya saja.

Gunakan "bcc" jika Anda mengirimkan e-mail ke banyak pihak Bcc merupakan singkatan dari blind carbon copy. Ini digunakan untuk menyembunyikan daftar penerima e-mail dari user lainnya. Konsep kerjanya sama seperti "cc" (carbon copy) hanya saja kalau "bcc" tidak terlihat. Misalnya Anda mengirimkan e-mail kepada 50 orang teman Anda. Pada bagian to letakkan salah satu alamat e-mail target dan 49 alamat lainnya letakkan pada bagian "bcc". Dengan ini maka si spammer tidak akan pernah tahu alamat 49 e-mail yang lain dan hal ini akan membuat risiki spam semakin lebih kecil.

Sebaiknya tidak mempublish alamat e-mail penting Anda di internet Jangan publish e-mail Anda di website, newsgroup, mailing list, web forum dan lain sebagainya. Para spammer yang sangat pintar dewasa ini sudah mampu menggunakan program yang bisa melakukan surfing ke internet dan mengambil alamat e-mail yang ada di website dan lain-lain. Bahaya bukan?

Hanya berikan alamat e-mail penting Anda kepada orang yang Anda percaya Berikan alamat e-mail Anda hanya kepada kenalan atau orang-orang terdekat yang terpercaya saja. Lebih baik lagi jika mereka semua sudah mengerti mengenai bahaya spam ini.

Gunakan secondary e-mail address untuk kontak lainnya Sebaiknya Anda memiliki alamat e-mail tidak hanya satu buah. Ini penting jika Anda sering mendaftarkan e-mail Anda ke suatu website di internet. Ketika Anda mendaftarkan diri pada suatu website, maka Anda bisa gunakan alamat e-mail sekunder Anda sehingga tidak akan terlalu mengganggu Anda jika terkena spam.

Demikianlah tulisan mengenai beberapa cara untuk menghindari spam. Semoga berguna bagi Anda semuanya. Jika ada komentar atau saran bisa dikirimkan melalui pratiwi.mileniawati@gmail.com. Untuk membaca tulisan menarik lainnya silakan menuju ke situs Sony AK Knowledge Center dengan alamat di www.sony-ak.com.

Saturday, May 05, 2007

TUHAN SEMBILAN SENTI


Oleh: Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok, di pabrik pekerja merokok, di kantor pegawai merokok, di kabinet menteri merokok, di reses parlemen anggota DPR merokok, di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok, hansip-bintara- perwira nongkrong merokok, di perkebunan pemetik buah kopi merokok, di perahu nelayan penjaring ikan merokok, di pabrik petasan pemilik modalnya merokok, di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na'im sangat ramah bagi perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok, di ruang kepala sekolah ada guru merokok, di kampus mahasiswa merokok, di ruang kuliah dosen merokok, di rapat POMG orang tua murid merokok, di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok, di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok, di loket penjualan karcis orang merokok, di kereta api penuh sesak orang festival merokok, di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok, di andong Yogya kusirnya merokok, sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok, tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok, di warung Tegal pengunjung merokok, di restoran di toko buku orang merokok, di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan abab rokok, bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya. Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus, kita ketularan penyakitnya. Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia, dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok, di apotik yang antri obat merokok, di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok, di ruang tunggu dokter pasien merokok, dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok, di pinggir lapangan voli orang merokok, menyandang raket badminton orang merokok, pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok, panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil 'ek-'ek orang goblok merokok, di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok, di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na'im sangat ramah bagi orang perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa. Mereka ulama ahli hisap. Haasaba, yuhaasibu, hisaaban. Bukan ahli hisab ilmu falak, tapi ahli hisap rokok. Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya, putih warnanya, ke mana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri. Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu. Mamnu'ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz. Kyai, ini ruangan ber-AC penuh. Haadzihi al ghurfati malii'atun bi mukayyafi al hawwa'i. Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok. Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz. 25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan. 15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan. 4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu 'alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama. Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok, lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini. Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu, yaitu ujung rokok mereka. Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir. Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini, sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok. Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas, lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita, jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna, diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak perlu ruku' dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

(Diambil dari milist Alumni_Kimia_UI)

Friday, April 20, 2007

Rokok dan Kemiskinan


Sumber: Republika Online : http://www.republika.co.id
Oleh : Ahmad Syafii Maarif

Kita tidak tahu berapa persen dari enam miliar lebih penduduk bumi yang hobi merokok, sebuah kebiasaan yang tiap hari dan tiap malam membakar uang dalam hitungan yang tidak tanggung-tanggung. Di Indonesia, di kota dan di dusun, dengan mudah dapat disaksikan para perokok ini, dari usia SD sampai mereka yang tua bangka, demikian asyiknya menikmati racun nikotin. (Nicotine dalam bahasa Inggris berarti ''alkohol beracun yang terkandung dalam tembakau'').

Yang sering meresahkan adalah tabiat perokok yang tak hirau dengan lingkungan, asap rokok tetap mengepul. Di atas bus yang sarat dengan penumpang, di atas kereta api, di tempat-tempat umum, ahli hisap ini tak punya beban apa pun untuk mendemonstrasikan keahliannya minum racun itu. Penderitaan orang lain yang bersebelahan duduk dengannya nyaris tidak dipertimbangkan. Dengan demikian, perokok adalah egoistik dalam formatnya yang sempurna.

Saksikan pulalah petani perokok. Jika bukan rokok putih, udut gelinting pun jadi. Dengan tembakau yang dibungkus dalam daun nipah, kelekai jagung, dan jenis dedaunan lainnya, para petani itu memuaskan dirinya dengan menghembuskan asap udutnya ke udara, tidak jarang dalam bentuk lingkar-melingkar. Saya punya pengalaman dengan anak sendiri yang sudah merokok sejak di SMA. Hampir setiap kali dia merokok, kami 'berkelahi' agar" dia tobat dari rokok, tetapi belum berhasil. Ada dua kata kunci yang sering saya gunakan untuknya: Mubazir dan paru-parumu! Siapa tahu pada suatu hari, anak satu-satunya ini akan memahami dua kata kunci itu.

Saya memang pernah mendengar seorang tokoh yang sangat keras kepala dalam perkara rokok ini. Istri, anak, dan teman, semuanya gagal mengingatkannya agar berhenti membakar uang. Tetapi dalam usia lanjut, ternyata protes sang cucu telah menaklukkannya. Tokoh ini sudah talak tiga dengan rokok. Saya tidak tahu, apakah anak saya harus menunggu cucu dulu, baru sadar, sementara anaknya sendiri belum berusia tiga bulan. Tidak mudah memang menyadarkan seseorang tentang buruknya tabiat merokok. Orang yang paling tidak tahu diri adalah si penganggur perokok, sudah berkeluarga lagi. Demi rokok, dia seperti tak hirau apakah dapurnya berasap atau tidak, apakah tambahan susu untuk anaknya tersedia atau tidak.

Egoisme perokok dapat berdampak destruktif sangat jauh bagi anak keturunannya. Termasuk dalam kategori ini adalah pengamen yang berkeliaran di simpang jalan lampu merah di kota-kota. Sambil mengamen rokok pun tak lepas dari mulutnya. Tidak ada kesadaran dan rasa malu di sini, hasil ngamen pun juga untuk dibakar, tidak peduli siang hari bulan puasa. Demikian kasarkah perasaan sebagian manusia?

Banyak di antara pengamen ini berpakaian aneh-aneh, norak, badan penuh tato, rambut belang-belang, dan tidak jarang merangkap sebagai pencandu narkoba. Aduhai bangsaku, betapa gelapnya masa depan kita, jika para pencandu ini menjadi pemimpin partai politik misalnya, ketika peluang itu terbuka baginya. Pencandu dan premanisme sesungguhnya beradik-berkakak. Rokok adalah salah satu penyebab kemiskinan dan kesengsaraan.

Coba amati panorama di bawah ini. Di Saudi Arabia, ada fatwa pengharamam merokok. Di berbagai ruang publik terbaca peringatan ini: "al-tadkhin mamnu' atau mamnu' al-tadkhin (haram merokok). Tetapi apa yang berlaku dalam realitas? Dari sekitar 23 juta penduduk kerajaan itu, enam juta adalah pencandu rokok berat. Tidak kurang dari 12 miliar riyal (sekitar Rp 28,8 triliun) dihabiskan pencandu ini saban tahun. (Lihat Padang Ekspres, 9 April 2007, hlm 5). Sekiranya mereka mengurangi separuh saja dari tabiat itu, akan tersedia dana Rp 14,4 triliun untuk memberdayakan orang miskin di Indonesia misalnya. Bukankah secara syar'i di sana rokok adalah barang haram?

Bayangkan, jika seperlima saja penduduk bumi perokok mengurangi separuh saja kebiasaan itu selama setahun, jika ukuran Saudi kita gunakan, maka akan terkumpul dana lebih dari Rp 5.760 triliun. Angka sangat kasar ini saja sudah demikian raksasa untuk menolong dunia dari ancaman kemiskinan. Tetapi saya sadar sepenuhnya, bahwa semuanya ini hampir mustahil untuk diturunkan menjadi kenyataan.

Dan memang tujuan Resonansi ini bukan mengarah ke sana. Setidak-tidaknya, kita mungkin akan semakin sadar tentang betapa gilanya dunia ini, untuk rokok selama setahun saja uang harus dipanggang sia-sia dalam hitungan yang dahsyat. Apalagi jika puasa merokok selama setahun, maka jumlah dana untuk melawan kemiskinan akan membengkak menjadi Rp 11,520 triliun.

Tidak usahlah terlalu jauh kita menerawang. Di sebuah kampung saja misalnya ada gerakan mengurangi merokok, dan uangnya dipakai untuk meningkatkan mutu pendidikan, berapa banyak dana yang bisa diinfaqkan, bukan? Syaratnya tunggal: Mau berjihad melawan rokok. Siapa tahu, manfaatnya akan sangat besar bagi anak didik kita yang serba kekurangan.


Other Articles: Wikipedia, Quitting Smoking, More about cigarette

Wednesday, April 18, 2007

Atasi Lupa dengan LUPA

Sumber: Intisari - Agustus 1998

"Penyakit" lupa makin perlu diwaspadai sebab, seperti yang dilansir oleh The Straits Times (TST), edisi 9 Januari 1998, otak generasi tahun 50-an yang kini mulai menginjak usia paruh baya, mengalami kemunduran. Apa penyebab kemunduran itu dan bagaimana solusinya? Klinik Memori maupun pelbagai suplemen ditawarkan untuk membantu.

Sungguh keterlaluan sifat pelupa Peter (27). Setiba di rumah kontrakannya sehabis berbelanja, ia kaget setengah mati. Soalnya mobilnya tak terparkir digarasi. Ia lalu bertanya kepada teman-temannya, apakah ada yang melihat siapa yang memakai mobilnya. Ia semakin bingung karena tak memperoleh jawaban. Mereka baru saja pulang dan mobilnya sudah tidak ada di garasi. Ketika seorang teman bertanya, ia dari mana dan Peter menjawab baru dari BIP (sebuah pusat perbelanjaan di Bandung), ia langsung disambar dengan pertanyaan, "Naik apa?" Peter langsung memukul jidatnya. Segera ia balik ke BIP untuk mengambil mobilnya yang masih berada di tempat parkir BIP.

Bukan sekali itu Peter melakukan hal yang membuat rekan-rekannya geleng-geleng kepala. Ada kejadian yang lebih menggelikan dan fatal akibatnya. Waktu itu ujian akhir semester. Entah karena capai atau pusing mengerjakan soal, sepulang ujian ia langsung tidur. Malam harinya ketika ingin mengecek jawaban, kontan ia teriak-teriak. Ternyata lembar jawaban soal tidak terkumpul bersama soalnya. Justru kertas corat-coret dan kerpekan yang terkumpul. Seketika ia langsung lemas dan pasrah kalau tidak lulus.

Lain lagi dengan David Moobs. Ia juga seperti Peter, sering lupa di mana memarkir mobilnya. Gawatnya lagi, hampir setiap hari ia menduga mobilnya telah dicuri. Suatu kali pernah ia pergi ke toko membeli susu, tapi yang
terbawa sampai rumah malah roti dan coklat. Tak jarang ia lupa memperbarui paspornya padahal kopor sudah siap menemani ia berlibur.

Menyerang manula
Mungkin Peter atau David bertanya-tanya, mengapa memori sering mengkhianati mereka? Seseorang mengalami lupa jika informasi yang masuk tidak mendapat perlakuan sebagaimana mestinya. Lupa dapat merupakan proses yang masih normal (fisiologis), tapi dapat pula menjadi proses yang abnormal (patologis). Ada beberapa macam bentuk lupa, yakni mudah lupa (forgetfulness), amnesia, dan demensia.

Mudah lupa terjadi bilamana informasi yang diterima berhasil melalui proses normal dan akhirnya tersimpan di dalam memori jangka panjang. Sayangnya sukar diambil atau diingat kembali saat dibutuhkan. Mudah lupa masih tergolong normal. Meskipun begitu tidak jarang hal ini merupakan tanda-tanda keadaan abnormal.

Mudah lupa dapat terkait dengan penambahan usia yang sering dihubungkan dengan inefisiensi proses memori, seperti proses berpikir menjadi lamban, kurang menggunakan strategi memori yang baik, kesulitan memusatkan perhatian dan mengabaikan distraktor, membutuhkan waktu lebih lama untuk mempelajari sesuatu yang baru, dan lebih banyak dibutuhkan isyarat untuk mengingat kembali informasi yang telah tersimpan. Mudah lupa akan semakin berat jika menyerang manula dan disebut sebagai age-associated memory impairment (AAMI).

Pada amnesia, informasi hanya sampai di memori jangka pendek. Dengan kata lain, terjadi kegagalan atau kesulitan belajar yang berarti sudah bersifat patologis. Namun, perhatian terhadap informasi yang masuk, mengingat kembali informasi yang sudah lama, fungsi kognisi, bahasa, dan kepribadian masih berjalan dengan normal. Hanya proses penerusan informasi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang yang gagal sehingga informasi baru tersebut tidak dapat diingat kembali.

Sedangkan demensia gangguan yang paling berat. Informasi sama sekali tidak dapat masuk dalam proses memori. Bisa disebabkan oleh berbagai kelainan di otak seperti: gangguan vaskuler (stroke) dan degeneratif (sindrom Alzheimer).

Mirip RAM Otak
manusia berbeda dengan komputer, meski analoginya memang mirip. Sama seperti komputer di meja Anda, otak dipersenjatai dengan dua memori dasar: memori jangka pendek dan memori jangka panjang. Bertentangan dengan pemahaman umum, otak manusia tidak merekam segala kejadian tanpa pilih-pilih, sebagian ada yang terkubur sampai dibangunkan kembali oleh psikiater.

Memori jangka pendek, demikian bahasa Prof. Sidiarto Kusumoputro, pengajar bidang neurologi FKUI/RSCM, bisa dianalogikan dengan RAM (Random-Access Memory). Informasi yang diterima oleh panca indera menunggu dengan singkat di memori kerja ini, semacam play group mental yang kemudian menguapkannya dengan segera. Informasi baru tersimpan setelah terjadi proses perubahan kimia dan listrik pada sel-sel saraf atau neuron. Memori jangka pendek memungkinkan Anda untuk membuat hitungan sederhana di kepala atau mengingat nomor telepon cukup lama, meski begitu selesai menelepon Anda mungkin sudah lupa. Maka, sama seperti RAM, ia juga bisa menganalisa dan menyimpan informasi tanpa membuat rekaman yang abadi.

Sedangkan memori jangka panjang bertindak sebagai hard drive, secara fisik menyimpan pengalaman yang telah lewat di daerah otak yang disebut cerebral cortex (kulit luar otak). Cortex merupakan rumah bagi belukar 100 miliar neuron yang tampangnya mirip tumbuhan merambat. Komunikasi antarsel terjadi lewat pancaran impuls-impuls kimia dan listrik. Setiap kita merasakan sesuatu - pandangan, suara, ide - impuls unik dari sebagian sel-sel saraf tersebut langsung aktif. Ada yang lalu tidak kembali ke bentuk asalnya, karena mereka memperkuat koneksi satu dengan lainnya.

Musababnya, "Memori memang adalah pelbagai pola koneksi antarneuron," kata Dr. Barry Gordon, kepala klinik gangguan memori di Sekolah Kedokteran Johns Hopkins, AS. Bila suatu memori baru diperoleh, pengkodeannya bisa melibatkan ribuan neuron yang tersebar di seluruh cortex. Tapi jika informasi baru itu tidak digunakan, pola koneksi yang baru terbentuk itu akan segera pupus kembali. Sebaliknya, jika kita berulang-ulang mengingatnya lagi, pola koneksi itu akan semakin kokoh terbentuk dalam jaringan otak.

Meski demikian, keputusan untuk menyimpan atau membuang informasi biasanya dilakukan tanpa sadar, karena berada di bawah kendali hippocampus, berdasarkan pada dua pertanyaan. Pertama, apakah informasi tersebut memiliki arti emosional bagi yang bersangkutan? Nama mantan pacar akan lebih tertanam dalam memori kita daripada nama seorang menteri tertentu dalam kabinet yang usianya hanya 2 bulan. Minat khusus, atau berkadar sensasional, oke. Hal yang biasa-biasa saja, sori!

Pertanyaan kedua, apakah informasi yang masuk berhubungan dengan hal yang sudah kita ketahui? Otak memang selalu sibuk berusaha membuat asosiasi. Hal-hal yang dianggap takkan berguna tidak akan disimpan di dalam memori. Alias, lupakan saja. Dengan sistem filter ini, manusia sanggup menguasai dan melakukan analisis terhadap informasi yang diperoleh. Pada beberapa kasus istimewa, neurolog kadang menemukan orang-orang dengan memori super. Data yang betapa ruwet pun dapat mereka ingat. Namun, jangan kagum dulu. Umumnya daya pikir abstrak orang-orang macam ini sangat lemah. Ibarat kenal angka, mereka tak kenal makna.

Menurut Dr. Murray Grossman (45), ahli saraf dari Pusat Medis Universitas Pennsylvania, AS, bila ditelusuri lebih teliti berdasarkan jangka waktu keawetannya, ada lima jenis memori. Masing-masing: Semantik, Implisit, Remote, Working, dan Episodik. Semantik merupakan memori tentang makna simbol dan kata. Dengan memori ini kita bisa membedakan anjing dengan kucing.

Memori Implisit biasanya menyangkut kecakapan tertentu, seperti bersepeda, berenang. Memori Remote merupakan gudang data, umumnya melemah sejalan dengan bertambahnya usia. Sedangkan Memori Working adalah memori jangka pendek, yang kita andalkan saat melakukan kegiatan sehari-hari, seperti mengingat bagian kalimat pertama saat lawan bicara kita sedang mengucapkan bagian kalimat kedua, sehingga kita dapat memahami apa yang ia maksud.

Terakhir, Memori Episodik ialah memori yang menyangkut pengalaman yang belum lama terjadi. Apa nama film yang ditonton minggu lalu, apa nama restoran yang dipesan untuk berkencan Sabtu mendatang, di mana Anda letakkan kacamata barusan, dst. Memori Episodik juga mundur dengan bertambahnya usia.

100.000 sel mati per hari
Yang masih menjadi persoalan adalah bagaimana informasi yang ditangkap manusia bisa tersimpan di otak. "Proses mengingat tak bisa dilepaskan dari belajar, learning," kata Prof. Sidiarto. Belajar merupakan proses untuk memperoleh informasi atau pengetahuan baru. Sedangkan daya ingat (memori) adalah proses yang menyimpan pengetahuan yang diperoleh itu dalam waktu lama serta dapat mengingatnya kembali sewaktu dibutuhkan. Jelas, dalam mencerap informasi dari lingkungan, kita amat bergantung kepada kemampuan daya ingat ini.

Banyak pertanyaan tentang proses mengingat masih belum terjawab. Soalnya, "Belajar dan memori merupakan fenomena yang kompleks," kata John Byrne, Ph.D., guru besar dan ketua jurusan neurobiologi dan anatomi Sekolah Kedokteran Universitas Texas di Houston, AS. Sebab melibatkan seluruh bagian otak.

Para peneliti meyakini berkurangnya secara alami jumlah neuron di otak memberikan kontribusi dalam kemunduran ingatan. "Dengan laju 100.000 sel per hari," ujar Dr. Daniel Alkon (55), kepala laboratorium ilmu saraf Institut Kesehatan Nasional di AS. Karena neuron memang tidak membelah seperti sel-sel lain. Maka sejalan dengan waktu, saat seseorang mencapai umur 65 atau 70, ia sudah akan kehilangan 20% dari 100 miliar neuronnya. Faktor lain kemunduran memori bisa jadi lantaran melemahnya neuron, sehingga transmisi listrik pada sel-sel tersebut tak memadai lagi.

Buktinya nampak dari penelitian yang pernah dilakukan oleh sebuah perusahaan asuransi di Massachusetts yang menyimpulkan, gugatan malpraktek lebih banyak ditujukan kepada dokter tua dibandingkan dengan dokter muda. Dean K. Whitla (71), ahli ilmu jiwa Harvard, pernah menguji 1.000 dokter berumur antara 30 dan 80 tahun. Hasilnya, secara rata-rata dokter berusia 80-an hanya bisa mengingat setengah informasi dibandingkan dengan mereka yang berusia 30-an.

Ketika kita berusaha mengingat suatu informasi tertentu, diperlukan beberapa langkah. Pertama, kemampuan untuk mencatat (register), lalu menyimpan, dan kemudian mengambilnya. Pencatatan yang efektif memerlukan perhatian dan motivasi terhadap informasi tersebut. Informasi disimpan lebih gampang jika sering diingat-ingat kembali. Maka memudahkan pula pemindahan suatu informasi baru, dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang.

Di dalam memori jangka panjang ini, informasi diatur, disortir, dan dipadatkan sehingga mudah ditata menurut petunjuk (clue) tertentu, yang bisa dipanggil sewaktu-waktu.

Tapi proses itu tidaklah semulus jalan tol. Banyak pengalang yang membuat informasi tidak mengendap sebagaimana mestinya. Terlebih bagi mereka yang sedang memasuki gerbang umur 50-an.

Overload
Menurut Jed Diamond, terapis dan pengarang Male Menopause, penyakit lupa sebagian disebabkan oleh gangguan hormonal yang ditandai dengan beberapa gejala seperti sifat lekas marah.

Untunglah, hal itu bersifat sementara, "Dan bisa diredakan dengan penambahan hormon di bawah pengawasan dokter, olahraga, serta pelbagai bentuk pengurangan stres."

Gerald Celente (51), pendiri Trends Research Institute di Rhinebeck, New York, yang mengaku sering kelupaan sesuatu sehingga tiap kali harus kembali ke kantor, berpendapat, meski umur membuat kemunduran itu, "tapi kerja keras dan terlampau sibuk juga pegang peranan."

Memang abad informasi saat ini pada akhirnya membawa implikasi tersendiri, sehubungan dengan terbatasnya kapasitas otak. Overload. Seperti yang dituturkan oleh Pamela Boyd (48), seorang guru SD di Olympia, Washington, "Saya harus ingat kode angka untuk mematikan alarm di rumah. Kemudian kode pos daerah saya diperbarui. Untuk masuk ke lobi apartemen saya yang baru, saya juga harus memencet-mencet kode dulu. Belum lagi nomor Jaminan Sosial saya (di AS ini amat penting), e-mail, nomor telepon, dan faksimili," kata Boyd.

Beberapa gangguan lain, medik maupun bukan, juga bisa menyebabkan orang jadi pelupa. Tekanan darah tinggi, kurang tidur atau kebanyakan minum pil tidur, kebanyakan minuman keras, disfungsi kelenjar tiroid. Gangguan psikologis macam depresi, kecemasan, atau sekadar kurang stimulasi, juga bisa jadi pengalang terciptanya memori baru.

Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti RS Ninewells di Dundee memperoleh kesimpulan senada, bahwa pengobatan (khususnya obat tidur), gangguan kelenjar tiroid, dan kekurangan vitamin juga bisa memicu timbulnya penyakit lupa. Hanya saja, hal itu biasanya terjadi setelah usia 55 tahun.

Orang muda juga
Tepatlah apa yang dikatakan oleh Cynthia Green, ahli ilmu jiwa yang mengajar di Sekolah Kedokteran Mount Sinai, New York, memori akan menjadi bom krisis baru. Hal itu diperkuat oleh tim Pusat Riset Rank Xerox, sebuah laboratorium di Manchester, Inggris, produsen berbagai alat untuk mengatasi kegagalan memori. Hasil riset tersebut, kemunduran memori sudah dialami oleh orang-orang muda, usia akhir 20-an. Mereka, misalnya, sering lupa wajah dan nama seseorang selama beberapa saat. Atau mau mengerjakan sesuatu tiba-tiba lupa sama sekali.

Tim Xerox menuding semakin kompetitifnya kehidupan masa kini sebagai salah satu penyebabnya. Ini bisa ditengarai dengan semakin panjangnya jam kerja kantor. Tuntutan kehidupan juga membuat orang menjadi bunglon pekerja alias mendobel. Entah menjadi dosen luar biasa atau konsultan. "Kehidupan yang sangat sibuk memungkinkan Anda manjadi pelupa," kata Dr. Abigail Sellen, salah seorang peneliti.

Sellen mengacu kepada penelitian yang dilakukannya terhadap 15.000 manajer dan eksekutif di Insead, sebuah sekolah bisnis di Eropa. Selama lima tahun, angka yang menyatakan memori dan konsentrasi merupakan persoalan besar meningkat dari 15% menjadi 25%. Kesibukan, seperti diungkapkan oleh dr. Michael McGannon, kepala bagian Pendidikan Bisnis Kesehatan Insead, bisa menenggelamkan seseorang dalam suasana tertekan yang bisa berakibat buruk, yakni kegagalan memori.

Ancaman lainnya adalah lingkungan. Profesor James Reason dari Universitas Manchester mengatakan, timah hitam yang terdapat dalam bensin dan sumber-sumber lain dapat merusak inteligensia dan daya ingat anak-anak. "Memori seorang anak yang dalam masa pertumbuhan bisa rusak karena banyak menghirup zat beracun," katanya.

Hal ini diamini oleh Prof. Dr. Soemarno Markam, ahli saraf FKUI - RSCM. Menurut dia, polusi bisa menyebabkan perkembangan saraf otak terganggu. Ia memberi contoh orang-orang Rusia pedesaan yang hidup di lingkungan bersih. "Hingga usia 100 pun mereka tidak pikun," ujarnya.

Studi terbaru malah menunjukkan, bedah operasi menggunakan bius total juga bisa menimbulkan masalah berkaitan dengan memori dan konsentrasi. Apa yang terjadi dengan otak mereka?

Stimulasi dan obat
Berbagai persoalan di atas mendorong para peneliti untuk menyelidik apa penyebab hilangnya atau mundurnya daya ingat. Apalagi, seperti yang diungkapkan oleh Dr. Arnold Scheibel, direktur Institut Penelitian Otak UCLA, "Masih sedikit sekali yang kami ketahui tentang otak yang kecil itu, meski penelitian telah riuh-rendah begitu."

Dana memang mengalir deras. Sehubungan dengan AAMI, misalnya, The Charles A. Dana Foundation telah mengucurkan dana untuk kelangsungan sebuah penelitian sebesar AS $ 8,4 juta kepada lima pusat medis universitas utama. Para peneliti memperoleh bantuan peralatan yang bernama pelarik PET (positron emission tomography) yang dapat mendeteksi perubahan kimiawi yang terjadi saat otak sedang melakukan berbagai tugas, semisal menghafalkan daftar kosa kata.

Beberapa penelitian telah menunjukkan hasil meski baru diterapkan kepada binatang. William Greenough, peneliti di Universitas Illinois, bisa jadi memberikan seberkas lilin untuk menyibak kegelapan yang dialami para manula. Greenough mengurung tikus bersama beberapa mainan seperti bola, boneka, dsb., serta luncuran dan terowongan. Ketika ia kemudian membedah otaknya, ia mendapati jumlah sel otak yang lebih banyak dibandingkan dengan tikus-tikus yang tidak memiliki mainan dan alat permainan. "Apakah hal itu juga akan berlaku bagi manusia, dalam arti jika dirangsang akan tumbuh sel otak baru?" tanya Greenough.

Penelitian yang mirip juga dilakukan di La Jolla, Kalifornia. Para peneliti menempatkan tikus-tikus pada lingkungan tertentu yang lebih luas dilengkapi dengan sejumlah mainan tertentu. Hasilnya, volume sel otak tikus yang bertanggung jawab terhadap kemampuan belajar dan mengingat ternyata bertambah 15% dibandingkan dengan tikus yang ditempatkan dalam keadaan normal. Ini menunjukkan bahwa tikus-tikus yang ditempatkan pada kondisi tertentu itu lebih pintar dibandingkan dengan sesamanya.

Para ahli sebenarnya sudah lama mengetahui bahwa "lingkungan yang diperkaya" dapat meningkatkan kinerja otak. Stimulasi, yang muncul dari lingkungan, mampu membuat otak bekerja secara lebih efisien dan meningkatkan koordinasi antarsel. Kalau mengacu kepada kesamaan struktur otak tikus dengan otak manusia, maka semestinya hal itu bisa terjadi pada manusia juga. "Saya justru terkejut kalau hal itu tidak terjadi pada manusia," papar Fred Gage, peneliti sel otak yang memimpin penelitian di Institut Salk.

Otak manusia memang mempunyai sel-sel cadangan, seperti yang diujarkan ilmuwan dari Institut Riset Stanford bahwa kita hanya menggunakan 10% otak kita. Selebihnya nganggur gur! Cadangan tersebut dipakai untuk mengantisipasi rangsangan tertentu dengan mengembangkan daya komputasi melalui peningkatan jumlah sel yang tersedia. Akan tetapi jika seseorang hidup dalam lingkungan yang rendah stimulasi dan tak pernah menggunakan sel-sel cadangan, maka sel-sel itu akan mati.

Selain penelitian soal stimulasi, para ahli bidang farmasi pun berusaha menciptakan obat yang mampu meningkatkan kinerja otak. Salah satu pemainnya adalah Cortex, perusahaan yang didirikan oleh tiga ahli ilmu syaraf dari Universitas Kalifornia di Irvine. Mereka mengklaim telah menemukan ampakine yang dapat menyegarkan saraf yang lelah.

Yang lainnya, Helicon Therapeutics di Cold Spring Harbor, New York, mengembangkan obat-obatan yang ditujukan untuk molekul otak. Peneliti di sana menemukan adanya protein yang diberi nama CREB, yang kadarnya pada lalat buah berdampak nyata terhadap kemampuan belajar dan mengingat.

Istirahatkan otak Anda
Penelitian untuk menemukan unsur baru dalam otak yang bisa diberi perlakuan obat-obatan masih terus berlanjut. Di pihak lain, banyak terapis yang menawarkan metode lain. Dengan motivasi yang kuat, serta mengaitkan informasi dengan yang telah ada di memori jangka panjang, ternyata orang bisa menjadi super dalam ingat-mengingat. Peneliti di Universitas Carnegie Mellon mencoba hal itu terhadap beberapa siswanya. Dengan memfokuskan mereka kepada deretan panjang angka, para siswa tersebut pada akhirnya menemukan pola yang mereka hubungkan dengan sejumlah bilangan yang telah mereka kenal, semisal hari ulang tahun.

Cara lain diajarkan oleh Harry Lorayne (71), pelatih memori yang terkenal di kalangan penderita insomnia. Ia mengingat nama seseorang dengan mengasosiasikan salah satu ciri tubuh yang gampang diingat.

Tak bisa disepelekan juga adalah jembatan keledai. Sebagai contoh, memori adalah WIRES, yang diambil dari huruf depan Working, Implisit, Remote, Episodik, Semantik. Prof. Sidiarto pun mengembangkan pola serupa. "Ingatlah LUPA, maka kamu tidak akan lupa," ujarnya. LUPA versi Prof. Sidiarto ini adalah Latihan, Ulangan, Perhatian, dan Asosiasi. Jadi, supaya informasi yang masuk tahan lama harus dilatih, diulang, diberi perhatian, dan kita asosiasikan. Tapi, yang patut diperhatikan juga adalah dalam mencerna informasi harus bermodalkan KAMU, "Konsentrasi, Atensi, Motivasi, Upaya," tambahnya. Dengan menjalankan LUPA sejak usia muda, otak manusia akan lebih lama menyimpan informasi karena informasi yang diterimanya tersimpan di ingatan jangka panjang.

Bagaimanapun juga otak manusia terbatas kemampuannya. Sementara informasi yang tersebar di dunia ini tak terbatas. Oleh sebab itu McGannon memberi nasihat, "Biasakan berkonsentrasi pada satu hal. Kemudian istirahat untuk menjernihkan pikiran dan baru mulai yang lain." Ia juga mengusulkan agar kita tidak perlu mencemaskan banyak hal. Sebagai manusia modern, orang sering terjebak pada pemikiran bahwa membaca koran merupakan keharusan. Apalagi dalam situasi yang tidak menentu seperti saat ini. Tapi, apakah hidup kita tergantung kepada semua yang tertulis di koran tersebut? Menurut McGannon, ketika Anda cemas, pikiran dipenuhi berbagai hal. Lahan untuk memori menjadi tersita dan akhirnya lupalah Anda akan beberapa hal.

McGannon kemudian menambahkan, cara terbaik untuk mengatasi penyakit lupa adalah beristirahat yang cukup untuk memberikan kesempatan otak berelaksasi. Ini bisa dilakukan, semisal, dengan tidur selama lima menit, mengambil napas dalam-dalam, melakukan meditasi pagi dan malam, serta berolahraga agar pusat-pusat memori otak dipenuhi darah yang kaya oksigen. Tapi, tambahnya, yang terpenting adalah menghilangkan perasaan cemas dan jangan terlalu mempersoalkan masalah yang tengah dihadapi. (Dari pelbagai sumber/Yds)


See Also:
Wikipedia

Monday, April 16, 2007

Racing Style

Each country has its own racer's style. Which one is yours? Take a look!

Italian Style


Singaporean Style


Malaysian Style


Germany Style


Hong Kong Style


Chinese Style


Korean Style


And finally... Only Happen in Indonesia!


Creative Advertisment!

Advertising alias dunia periklanan merupakan salah satu ujung tombak pemasaran, iklan dapat menarik minat orang sekaligus mewakili brand-image suatu produk atau perusahaan. Sering kita melihat iklan2 yang membosankan, boro-boro tertarik untuk membeli produknya. Nah, buat Anda yang bergumul di dunia periklanan ada baiknya melihat gambar2 berikut, siapa tau dapet ilham untuk membuat iklan. Selamat menikmati...




This is a creative ad by Mini Cooper placed at the Zurich, Switzerland train station. It gives the perception that the Mini Cooper has a large space.


A very cost-effective advertisement in Hong Kong for a yoga school. It showcases the prowess of a yoga practitioner on the flexible stems of drink straws. A surge of enquiries and enrollment went after up this promotional stunt.


Another creative idea by The Fitness Company. Heavy Weights were placed at various subways in New York City which creates an illusion that the person holding the safety bar is doing weights.


Life size images were stuck on glass doors at shops, airports in South Africa for the advertisement of glass and window cleaner I.C.U. The expression on the face is priceless.


This is an advertisement found in Vancouver during the National Non-Smoking Week. The car was placed at the Vancouver Art Gallery and the message reads 'Death from car accidents: 370, Death from smoking-related causes: 6,027, Quit now before it kills you.'


This controversial idea was done in Dubai by Sandeep Fernandes and Husen Baba Khan for the male deodorant, Axe. The mouse pad that every guy needs.


Stickers were placed in selected car park locations and car workshops where the product is sold in Malaysia . It delivers the message that M-Tech Plasma HID Lights are 300% brighter than regular headlights. The burn effect sticker from the headlights really leaves an impression.


An advertisement for a job recruiting company in Berlin , Germany .
Depicting people working in the vending machines, ATMs, it delivers the message that 'Life is too short for the wrong job'.


A giant mirror was built that allowed passersby to stop and look at themselves wearing Indivi clothes at a shopping mall in Tokyo , Japan


A life size sticker for the horror movie 'The Maid' in Singapore placed near the toilet round the corner. The kind of advertisement that makes you pee in your pants.


An ambient exercise to promote Eatalica burgers. A 'Caution Wet Floor'
board was placed near an Eatalica burger signboard. The copy on the board reads 'Oogling at the burger may involuntarily cause drooling which may in turn lead to a wet floor. Issued for your safety by the management of Eatalica restaurant'. Eatalica is an American-Italian Food Joint in Chennai , India .


A sticker has been placed on the high voltage box depicting that Duracell's batteries were used. Cool advertisement found in Malaysia .


Life-size stickers of people were stuck on automatic sliding doors at a mall in Mumbai , India . When someone approaches the doors move apart and it feels like the people on the door are moving away. The person enters to find the message 'People Move Away When You Have Body Odour'.


This is a great advertisment campaign at Unicenter Shopping Mall in Buenos Aires , Argentina for Valentine's Day. It magnifies the romantic ambience with a simple idea.


A print of a cup of Folgers coffee was placed on top of manhole covers in New York City , USA . Holes on the print allows the steam to come out. Wordings around the cup reads 'Hey, City That Never Sleeps. Wake up." from Folgers.


An advertisement by Jung von Matt/Alster for watchmaker IWC. Bus straps have been fashioned from images of IWC's Big Pilot's Watch to allow bus travellers near the airport to try before they buy at Berlin , Germany .
16 more advertisements after the jump.

Siapakah kita?

Masih mau belagak sombong? Coba deh liat, perhatikan & renungkan gambar2 berikut:

Luar biasa!!!

Pernahkan Anda membayangkannya?


Pada waktu benda-benda angkasa ini diperbandingkan


kita menjadi sadar betapa kecilnya bumi dan kita para penghuninya.


Jagad raya yang sangat besar.


Dalam skala ini bumi kita tidak kelihatan lagi


Di sini matahari hanya sebesar debu!

Antares adalah bintang ke 15 yang paling terang di angkasa.

Jaraknya lebih dari 1000 tahun cahaya dari bumi.



Lalu . . .

siapakah kita?

apakah tujuan hidup kita?

Apa yang membuat hidup kita, manusia, berharga?

Masihkah kita bisa menepuk dada & berkata "inilah aku!"...??